ACEH JAYA – Pemandangan penuh kebersamaan terlihat di Desa Lhok Geulumpang, Kecamatan Setia Bakti, Minggu (03/05/2026). Di tengah aktivitas pembangunan sebuah rumah milik Muhadi (45), warga tampak bekerja bersama tanpa sekat. Di antara mereka, hadir Babinsa Koramil 03/Setia Bakti Kodim 0114/Aceh Jaya, Serda Hendra Yani, yang turut ambil bagian dalam kegiatan karya bakti tersebut.

Sejak pagi hari, suasana sudah terasa hidup. Suara palu, gergaji, dan obrolan ringan bercampur menjadi satu, menciptakan nuansa kerja yang hangat. Pembangunan rumah yang dilakukan secara gotong royong ini bukan hanya soal mendirikan bangunan fisik, tetapi juga tentang memperkuat hubungan sosial antarwarga.

Serda Hendra Yani terlihat menyatu dengan para tukang dan masyarakat. Ia ikut mengangkat bahan bangunan, membantu proses pengerjaan, hingga memastikan pekerjaan berjalan lancar. Kehadirannya bukan sekadar simbol, melainkan benar-benar terlibat langsung dalam proses pembangunan.

Bagi Muhadi, bantuan ini memiliki arti yang sangat besar. Membangun rumah bukanlah perkara mudah, apalagi dengan keterbatasan biaya dan tenaga. Dengan adanya dukungan dari Babinsa dan warga sekitar, beban yang ia rasakan menjadi jauh lebih ringan.

Kegiatan karya bakti seperti ini sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa. Tradisi gotong royong yang diwariskan dari generasi ke generasi tetap terjaga, meskipun zaman terus berubah. Di sinilah nilai kebersamaan terlihat nyata—ketika satu warga membutuhkan bantuan, yang lain datang tanpa diminta.

Tidak hanya mempercepat proses pembangunan, kerja bersama seperti ini juga menciptakan suasana yang penuh keakraban. Warga saling berbagi cerita, bertukar pengalaman, bahkan bercanda di sela-sela pekerjaan. Hal-hal sederhana seperti ini justru menjadi perekat hubungan sosial yang kuat.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut semakin memperkuat rasa kebersamaan. Ia tidak hanya menjalankan tugas sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri. Interaksi yang terjalin secara langsung membuat hubungan antara TNI dan warga semakin dekat dan harmonis.

Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan seperti ini mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam kehidupan berbangsa. Kedekatan tersebut tidak dibangun melalui kata-kata, melainkan melalui tindakan nyata di lapangan.

Selain itu, karya bakti juga memberikan dampak positif dari sisi sosial dan ekonomi. Dengan adanya bantuan tenaga, biaya pembangunan dapat ditekan. Proses pengerjaan pun menjadi lebih cepat dibandingkan jika dilakukan sendiri. Hal ini tentu sangat membantu warga yang sedang berupaya meningkatkan kualitas tempat tinggalnya.

Rumah sebagai tempat tinggal memiliki peran penting dalam kehidupan keluarga. Tidak hanya sebagai tempat berlindung, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, dukungan dalam proses pembangunannya menjadi hal yang sangat berarti.

Bagi masyarakat Desa Lhok Geulumpang, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan. Ketika semua pihak saling membantu, tidak ada beban yang terasa terlalu berat.

Di sisi lain, kehadiran Babinsa dalam setiap kegiatan masyarakat juga memberikan rasa aman dan nyaman. Warga merasa diperhatikan dan didampingi, tidak hanya dalam hal keamanan, tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Menjelang siang, progres pembangunan rumah mulai terlihat. Dinding perlahan berdiri, rangka bangunan semakin kokoh, dan harapan pun ikut tumbuh bersama setiap tahap pekerjaan. Wajah-wajah lelah tetap dihiasi senyum, karena apa yang dikerjakan bukan hanya untuk satu orang, tetapi untuk kepentingan bersama.

Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa nilai gotong royong masih sangat relevan di tengah kehidupan modern. Di saat banyak hal bisa dilakukan secara individual, kebersamaan justru menjadi sesuatu yang semakin berharga.

Apa yang dilakukan Serda Hendra Yani bersama warga bukan hanya membantu membangun rumah, tetapi juga memperkuat fondasi sosial di tengah masyarakat. Dari sinilah tercipta hubungan yang saling mendukung, saling percaya, dan saling peduli.

Pada akhirnya, rumah yang dibangun mungkin akan berdiri kokoh dalam hitungan hari atau minggu. Namun nilai kebersamaan yang tercipta dari proses pembangunannya akan bertahan jauh lebih lama. Inilah esensi dari karya bakti—bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun rasa persaudaraan yang menjadi kekuatan utama dalam kehidupan bermasyarakat.(0114).