ACEH JAYA – Aktivitas pembangunan di Desa Gampong Harapan, Kecamatan Panga, terlihat berjalan seperti biasa pada Minggu (03/05/2026). Sejak pagi, para pekerja bangunan sudah mulai beraktivitas, mengangkat material, mencampur semen, hingga menyusun bata demi menyelesaikan pekerjaan yang menjadi sumber penghidupan mereka.
Di tengah kesibukan itu, Babinsa Koramil 05/Panga Kodim 0114/Aceh Jaya, Serma Syukriadi, hadir menyapa para pekerja. Ia melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) dengan para tukang bangunan yang setiap hari mengandalkan tenaga fisik untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kehadirannya bukan sekadar kunjungan, tetapi juga membawa pesan penting tentang keselamatan dan kesehatan kerja.
Berbincang langsung dengan para pekerja, termasuk Kepala Tukang, Bapak Muhazar, Serma Syukriadi mengingatkan bahwa pekerjaan di bidang konstruksi memiliki risiko yang tidak kecil. Mulai dari terpeleset, tertimpa material, hingga kelelahan akibat beban kerja yang berat. Hal-hal seperti ini sering dianggap biasa, padahal bisa berdampak serius jika diabaikan.
Ia menekankan pentingnya memperhatikan faktor keselamatan, seperti menggunakan alat pelindung sederhana, berhati-hati saat bekerja di ketinggian, serta memastikan kondisi tubuh tetap fit sebelum memulai aktivitas. Menurutnya, keselamatan kerja bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga menjadi kepentingan bersama.
“Bekerja keras itu penting, tapi keselamatan dan kesehatan jangan sampai diabaikan. Karena kalau sampai terjadi sesuatu, yang dirugikan bukan hanya diri sendiri, tapi juga keluarga di rumah,” ungkapnya dalam suasana santai namun penuh makna.
Selain soal keselamatan, Serma Syukriadi juga mengajak para pekerja untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan. Ia memahami bahwa sebagian besar dari mereka sudah mulai bekerja sejak pagi hari, bahkan sebelum matahari terik. Rutinitas ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan rumah tangga, sehingga sering kali kesehatan menjadi hal yang terabaikan.
Padahal, menjaga kesehatan tidak harus dengan cara yang rumit. Mengatur waktu istirahat, cukup minum air putih, serta mengonsumsi makanan bergizi menjadi langkah sederhana yang bisa dilakukan setiap hari. Dengan kondisi tubuh yang sehat, pekerjaan pun dapat diselesaikan dengan lebih optimal.
Para pekerja menyambut baik kehadiran Babinsa tersebut. Mereka merasa diperhatikan, tidak hanya sebagai pekerja, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki peran penting dalam pembangunan. Interaksi seperti ini juga memberikan semangat tambahan di tengah rutinitas kerja yang cukup melelahkan.
Bapak Muhazar sebagai kepala tukang mengakui bahwa keselamatan kerja memang sering kali kurang diperhatikan, terutama dalam pekerjaan skala kecil. Namun dengan adanya pengingat seperti ini, ia berharap para pekerja bisa lebih berhati-hati dan tidak menganggap remeh risiko yang ada.
Kegiatan komsos yang dilakukan Babinsa menjadi salah satu cara efektif untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Melalui komunikasi yang santai dan langsung, pesan-pesan penting dapat disampaikan dengan lebih mudah dipahami dan diterima.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa peran Babinsa tidak hanya terbatas pada aspek keamanan wilayah. Kehadiran mereka di tengah masyarakat mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk memberikan edukasi yang bermanfaat bagi keseharian warga.
Pekerja bangunan merupakan salah satu kelompok yang memiliki kontribusi besar dalam pembangunan, baik di desa maupun di kota. Namun di balik itu, mereka juga termasuk kelompok yang rentan terhadap risiko kerja. Oleh karena itu, perhatian terhadap keselamatan dan kesehatan menjadi hal yang sangat penting.
Kondisi ini juga menggambarkan realitas kehidupan banyak keluarga, di mana kepala keluarga harus bekerja keras setiap hari demi memenuhi kebutuhan rumah tangga. Semangat inilah yang menjadi penggerak utama, meskipun terkadang harus mengorbankan waktu dan tenaga.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa menjaga diri adalah bagian dari tanggung jawab terhadap keluarga. Karena setiap langkah yang diambil di tempat kerja akan berdampak pada orang-orang yang menunggu di rumah.
Menjelang siang, aktivitas pembangunan tetap berjalan, namun dengan semangat yang sedikit berbeda. Ada kesadaran baru yang mulai tumbuh tentang pentingnya bekerja dengan aman dan sehat.
Apa yang dilakukan Serma Syukriadi mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki makna yang besar. Mengingatkan di waktu yang tepat bisa menjadi langkah awal untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Di tengah kerasnya perjuangan mencari nafkah, perhatian terhadap keselamatan dan kesehatan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Karena pada akhirnya, bekerja bukan hanya tentang hari ini, tetapi juga tentang masa depan yang ingin dibangun bersama keluarga.(0114).
