TAPIN – Karena kebutuhan akses yang lebih aman dan mudah bagi masyarakat terus meningkat, pembangunan Jembatan Garuda di Desa Burakai, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin terus dipercepat oleh Kodim 1010/Tapin. Memasuki Rabu (17/6), pekerjaan difokuskan pada pengecoran tiang kolom di sisi seberang Sungai Pancur sebagai bagian dari penyempurnaan struktur utama jembatan.

Pengecoran tiang kolom tersebut menjadi tahapan yang sangat menentukan. Sebab, tiang kolom berfungsi sebagai penyangga utama yang akan menopang beban konstruksi jembatan. Semakin baik kualitas pengerjaannya, maka semakin kuat dan kokoh jembatan yang nantinya digunakan oleh masyarakat.

Danramil 1010-04/Binuang, Kapten Inf Ariadi, menjelaskan bahwa setiap pekerjaan dilakukan secara bertahap agar hasil yang diperoleh sesuai dengan standar konstruksi yang diharapkan.

“Pekerjaan hari ini difokuskan pada pengecoran tiang kolom seberang. Tahapan ini sangat penting karena akan berpengaruh terhadap kekuatan struktur jembatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pengerjaannya dilakukan dengan teliti dan penuh tanggung jawab,” jelasnya.

Dengan terbangunnya Jembatan Garuda yang memiliki panjang 6 meter dan lebar 2,5 meter, masyarakat nantinya tidak lagi mengalami kesulitan saat melintasi Sungai Pancur. Kondisi tersebut tentu akan berdampak pada kelancaran aktivitas warga, baik dalam bidang pertanian, pendidikan, maupun kegiatan sosial lainnya.

Proses pembangunan yang melibatkan personel TNI dan masyarakat juga memberikan dampak positif terhadap semangat gotong royong di lingkungan desa. Kebersamaan yang terus terjalin selama pekerjaan berlangsung menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih cepat apabila didukung oleh partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Karena akses yang lebih baik akan membuka peluang aktivitas ekonomi yang lebih lancar, pembangunan Jembatan Garuda diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Burakai dan sekitarnya. Kehadiran jembatan tersebut tidak hanya menghubungkan dua sisi wilayah yang terpisah sungai, tetapi juga menjadi penghubung harapan menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat. (1010).